Lahir Dalam Keluarga Miskin, Diceraikan Suami, Dibuang Kerja, Kehilangan Keluarga,Tapi Wanita Umur 37 Tahun Ini Akhirnya Berjaya Menginspirasi Jutaan Orang di Dunia!

 

Mungkin korang tidak begitu kenal dengan sosok Michelle Kwan. Michelle adalah seorang atlit profesional asal Amerika yang pernah 2 kali memenangkan olimpiade pada tahun 1998 dan 2002. Walaupun Michelle tinggal di Amerika, ia sebenarnya adalah keturunan Tionghua yang bermigrasi dari Hong Kong.

Baru-baru ini Michelle diceraikan oleh suaminya yang seorang perwira tinggi. Mereka menikah pada tahun 2013 dan bercerai Maret 2017. Pernikahan mereka berlangsung tidak sampai 4 tahun dan tidak memiliki anak.

Michelle sendiri berasal dari keluarga kurang mampu. Dulu ayah dan ibunya bekerja paruh waktu di restoran demi menghidupi 3 orang anak. Namun walaupun hidup mereka susah, hal itu tidak menghalangi Michelle untuk menggapai impiannya.

Sejak kecil, Michelle sudah suka bermain skating. Ia jatuh cinta pada skating pada umur 5 tahun. Untuk menghemat biaya belajar skating, ia pun bangun jam 4 pagi untuk bermain skating dengan gratis selama 3 jam. Namun yang namanya gratis tidak bisa selamanya…

Biaya belajar skating pun makin hari makin naik, sampai suatu hari ayah ibunya pun tidak sanggup lagi membayar. Saat itu, Michelle mengira impiannya sudah tidak ada harapan lagi… sampai suatu hari ia mengikuti sebuah perlombaan yang mengubah hidupnya 180 derajat.

Pada tahun 1991, saat itu Michelle berumur 11 tahun, ia berhasil mencuri perhatian sebuah klub skating ternama pada saat mengikuti perlombaan skating anak-anak.

Akhirnya Michelle bisa berskating lagi dengan gratis! Ia selangkah lebih dekat dengan impiannya.

“Ketika semua orang sedang asyik tidur, kamu bisa bangun dan mengenakan sepatu skatingmu, kamu akan lebih sukses dari orang lain”, kata Michelle.

Orang yang tidak mengerti skating sekalipun bisa terkagum dengan performanya di panggung. Kesuksesan Michelle membuat orang Amerika melihat seorang gadis berkulit “kuning” yang kuat dan tidak bisa dianggap remeh.

Bahkan perusahaan Barbie menciptakan boneka Barbie yang menyerupai Michelle!

Michelle 2 kali memenangkan olimpiade tahun 1998 dan 2002, 5 kali memenangkan World Figure Skating Championship tahun 1996, 1998, 2000, 2001 dan 2003, dan 9 kali berturut-turut U.S. Champion. Ia benar-benar mencetak sejarah dalam cabang olahraga Ice Skating Amerika. Sampai sekarang pun ia masih dihormati sebagai peseluncur terhebat sepanjang waktu.

Pada tahun 2011, Michelle bertemu dengan Clay Pell yang seorang pengacara, perwira militer dan juga seorang politisi. Mereka menikah pada tahun 2013 sebelum akhirnya bercerai pada tahun 2017.

Suami Michelle adalah sosok elit dengan latar belakang keluarga yang kaya raya dan berkuasa. Namun setelah menikah, Michelle tidaklah seperti kebanyakan wanita lain yang mungkin tidak bekerja dan duduk menikmati kekayaan suaminya.

Malahan, Michelle tambah memantaskan diri, belajar masak demi suaminya yang suka makanan khas oriental, juga menemani suaminya berkampanye. Ia terus belajar tanpa henti untuk menjadi lebih baik lagi.

“Saya tahu saya tidak bisa ber-skating seumur hidup. Saya harus mencari cara lain, memulai hidup yang baru”, kata Michelle.

Pada umurnya yang sudah relatif besar untuk kuliah, ia tetap memilih untuk memulai dari bangku kuliah. Kondisi keluarganya saat itu dan kesibukannya bermain skating membuatnya tidak bisa melanjutkan pendidikan. Michelle pun kemudian lulus dengan gelar sarjana ilmu Studi Internasional dan Sains Politik dari Unversitas Denver. Tak berhenti sampai di sana, Michelle kemudian melanjutkan gelar master ilmu Studi Internasional di Universitas Tufts dan dianugerahi dengan gelar Doktor saat upacara wisuda di South Vermont College.

Pada suatu jamuan makan malam, Michelle memberanikan diri berbicara dengan mantan sekretaris negara AS, Condoleezza Rice. Beberapa bulan kemudian, ia ditunjuk sebagai Public Diplomacy Envoy untuk mewakiliki AS berkunjung ke berbagai negara untuk masalah kenegaraan.

Menjadi seorang kedutaan membuka karir Michelle sebagai seorang politisi. Ia bahkan diberi kesempatan untuk berbicara di podium oleh Presiden Barrack Obama memperingati hari jadi Amerika. Sulit dipercaya bahwa Michelle dulunya adalah seorang atlit olimpiade, sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik.

Tahun 2016, ia menjadi pengikut Hillary Clinton dan mendukungnya dalam kampanye pemilihan presiden. Michelle fokus pada keluarga imigran, kesejahteraan buruh dan emansipasi wanita. Sayangnya dikalahkan oleh Donald Trump yang lebih fokus kepada masalah terorisme dan perekonomian.

Walau sudah tidak menjadi atlit lagi, di sela kesibukannya, ia tetap meluangkan waktu untuk yoga setiap hari. Dalam karir maupun kehidupannya, Michelle tidak pernah berhenti membuat kemajuan dalam dirinya.

Beda dengan suaminya, Clay Pell, berasal dari keluarga kaya dan merupakan cucu dari senator legislatif di Amerika. Latar belakangnya sangat berbeda dengan Michelle. Setelah mereka menikah, Michelle membantu suaminya berkampanye. Saat itu, nama Michelle lebih dikenal dari suaminya. Pengetahuan orang-orang tentang Clay Pell hanya berhenti suaminya Michelle Kwan dan cucunya Claiborne Pell.

Berkat namanya yang menjual, Michelle berhasil menarik suara voters perempuan, namun pengalaman Clay yang tidak mencukupi tetap membuatnya kalah di pemilihan gubernur Rhode Island.

Ketika Pell menggugat cerai Michelle, ia sedang sibuk-sibuknya mengikuti seminar.

Michelle menerima perceraian tersebut dengan tenang dan dewasa. Walaupun sudah bercerai, ia tidak merasa dirinya kasihan. Di depan hakim, ia berkata, “Aku tetap bisa hidup dengan baik walaupun sendiri!”

Seorang wanita hebat tidak perlu bergantung pada suami. Ada atau tidak ada suami, ia tetap bisa hidup dengan baik! Wanita harus bisa cari uang sendiri, menghidupi sendiri, bawa mobil, dandan, punya karir sendiri, dengan begitu, ketika bertemu dengan suami yang tidak bisa diandalkan, ia tidak akan habis begitu saja karena satu pernikahan yang gagal. Siapa bilang wanita setelah bercerai tidak ada harganya lagi? Michelle Kwan lah buktinya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *