Pernikahan Gadis Gemuk Ini Ditentang Oleh Keluarganya. Saat Dibawa Pulang ke “Rumah” Sang Suami, Ia Terkejut! Tapi Tak Disangka Hal yang Dilakukan Selanjutnya Sungguh Membuat Terharu

 

Seorang gadis gemuk bernama Hasmah jatuh cinta pada seorang pekerja migran bernama Razak. Mereka bertemu di tempat kerja dan saling jatuh cinta. Keluarga Hasmah menentang keras hubungan mereka.

Tetapi, mereka berdua tetap menikah dan Hasmah kemudian dibawa pulang ke rumah Razak di kampung halamannya.

Ketika melihat rumah suaminya untuk pertama kali, ia terkejut, tetapi ia tidak membencinya.

Rumahnya adalah rumah tradisional yang hanya berukuran 30 meter2 dan di dalamnya ada Atuk berumur 93 tahun, serta ayah yang sedang sakit.

Tidak ada nenek dan ibu di sana, jadi Hasmah mengurus mereka tanpa mengeluh.

Inilah anak laki-laki dan perempuan mereka. Satu anak perempuan lagi adalah anak dari adik Razak yang melarikan diri karena miskin. Ia pun sudah seperti anak Razak dan Hasmah.

Hasmah adalah seorang pekerja keras dan ibu serta istri yang baik.

Cinta Hasmah adalah cinta yang sejati dan tidak memandang materi.

Bulan lalu, saya sudah mulai mempersiapkan acara pernikahan, saya dan tunang saya bertemu saat kuliah, kira-kira sudah lebih dari tiga tahun kita lalui. Setelah grad, kami memutuskan sudah matang untuk menikah.

Hari itu, di saat acara pernikahan yang disambut suka cita oleh para tamu, sesaat kita akan memasuki rwang pernikahan, kali ini ibu saya tiba-tiba marah dan saat itu juga ingin membatalkan pernikahan kami langsung di tempat sanding.

Saya bekerja di bidang marketing di sebuah perusahaan, gaji bulanannya tidak tetap, kadang-kadang 3000, kadang-kadang paling tinggi 8000. Saya tahu sebagai seorang lelaki, gaji ini tidak tinggi, tapi di kota tempat kami tinggal, sudah terhitung hidup disini sudah sangat layak.

Isteri saya tidak begitu cantik, tapi kemampuannya dalam bekerja sangat kuat, dia memiliki jabatan sebagai supervisor di sebuah perusahaan, dengan tanggung-jawabnya yang besar itu tak pelak lagi gaji bulanannya sebesar 7.000 , serta ditambah lagi dengan bonus akhir tahun, gajinya tentu jauh lebih tinggi daripada saya.

Tentu saja, kalian mungkin menganggap saya tidak mengerti soal wang, dan juga tidak berpikir menginginkan kenaikan jabatan dalam pekerjaan saya. Untuk saya, “wang” barang ini, bagi saya cukup dibelanjakan saja sudah cukup, hal yang terpenting adalah hidup sehat dan bahagia.

Namun orang tua yang memiliki anak tentu tidak bisa berpikir demikian lagi, mereka menyukai kondisi anaknya baik, dapat memiliki segalanya. Seperti orang tua saya yang sangat senang dengan pekerjaan dan gaji isteri saya, semua orang sangat iri beranggapan bahwa saya menemukan isteri yang baik.

Tentu saja, orang tua saya bukan tipe professional soal wang. Memang benar, isteri saya sangat pandai dalam mengurus masalah, seperti mempengaruhi keputusan orang dan semua berjalan mulus. Dia memiliki semua itu untuk melakukan segalanya, orang yang benar-benar melihat kemampuannya pasti akan memberinya pujian, mungkin ini yang orang sebut-sebut EQ-nya tinggi !

Omong setelah omong, mengapa dia bisa menyukaiku, mungkin karena kami saling melengkapi satu sama lain, memang kami sering saling melengkapi dalam banyak hal. Di hari itu saat mengambil keputusan untuk menikah, kedua orang tua kami pun sangat puas satu sama lain, saat menikah kedua keluarga ini sangat menyatu, bersama-sama melayani tamu yang datang ke pesta.

Yah itu awal yang sangat bagus, tapi akhirnya berakhir menjadi sebuah bencana. Di saat hari pernikahan, ibu saya pergi sebentar ke toilet, sebelum menuju toilet, wajahnya masih berseri-seri, namun saat kembali dari toilet raut wajahnya menyala-nyala seperti api.

Rupanya dia bertemu dengan isteri dan ibu mertua saya di toilet, saat itu mertua dan anak perempuannya itu sedang seorang menyalakan rokok, sambil merokok sambil mengobrol. Melihat pemandangan didepannya ini, ibu saya langsung meledak, dia tidak bisa percaya segalanya yang ada di depan matanya, ditambah lagi ibu saya merasa ibu dan anaknya ini sungguh tidak masuk akal.

Bagaimana seorang wanita bisa merokok, khususnya sang ibu dengan anaknya bersama-sama merokok? Bagaimana ia mendidik anaknya?

Sebenarnya masalah isteri saya merokok, saya sudah tahu sejak lama, lalu saya selalu menutup-nutupi masalah ini dari orang tua saya, memang sampai-sampai perasaan saya tidak enak, namun saya juga tidak mau merusak image isteri saya di depan orang tua saya, ditambah kita masih muda, dan saya tidak terlalu mempedulikan hal ini. Saya tidak menyangka ibu saya akan memiliki reaksi yang begitu besar, saya bertanya kepada ibu saya “ada apa?”, ibu saya tidak menjelaskannya pada saat itu, terus merebut mikrofon untuk mengumumkan pernikahan tersebut dibatalkan, dengan keras ia berkata: “Benar-benar mengejutkan, tidak habis pikir bagaimana bisa menjalin hubungan dengan keluarga seperti ini.”

Kalimat ini sangat menyinggung keluarga isterinya….. lalu isteri dan ibu mertua saya keluar dari toilet, tidak tahu bagaimana masalahnya, lalu juga menambah kekacauan. Di saat itu acara pesta pernikahan kami seakan berubah menjadi sebuah panggung lelucon.

Sampai sekarang, baik di dalam atau di luar saya merasa bukan seperti orang lagi. Ibu saya berkata, jika saya ingin bersama isterinya bersama, jangan anggap ia sebagai ibunya lagi; lalu isteri saya mengatakan bahwa, jika ibu saya tidak meminta maaf padanya, pernikahan ini sudah tidak perlu diteruskan lagi.

Apa yang harus saya lakukan? Apakah ada cara untuk kedua belah pihak agar dapat berdamai?

sumber: BZ

Sumber: happytify

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *