Tahun 1991, Wanita Ini Diperkosoa dan Dibunuh, Namun Pelakunya Tidak Ditemui! 25 Tahun Kemudian, Akhirnya Terungkap Fakta Sebenarnya!

Begitu juga dengan kes yang terjadi pada tahun 1991 di Kota Jiaozuo, Provinsi Henan, China ini. Seorang guru sekolah dasar bernama Wei yang berasal dari Desa Hewan, Kotapraja Wuliyuan, Kabupaten Xiuwu diperkosa dan dibunuh saat ia tengah berada di luar rumah. Meskipun ada sperma yang ditemukan, namun pelakunya tidak dapat terlacak hingga 25 tahun kemudian.

Pada suatu siang, Wei menunggang motor untuk membawa anak laki-lakinya ke doktor, sekaligus membelikan baju untuk anak perempuannya, namun tak disangka hingga malam hari ia tidak kunjung pulang ke rumah. Suami Wei, Cao Dashan, dan kakak laki-lakinya kemudian mencuba mencari Wei.

Di tengah perjalanan, ada orang yang memberi tahu mereka bahwa di dekat sumur desa ada sepeda motor yang tergeletak. Setelah tiba di lokasi dan menyenter bagian dalam sumur, suami Wei menemukan anak laki-lakinya sudah mengambang di sana. Tubuh Wei pun kemudian ditemukan tanpa sehelai baju pun di tubuhnya.

Setelah melalui pemeriksaan pendahuluan, tim forensik menemukan bahwa kedua tengkorak kepala mengalami keretakan dan di dalam tubuh Wei juga ditemukan ada sperma.

Melihat keadaan tempat kejadian, kemungkinan pelaku menyeret Wei dan anak laki-lakinya dari jalan ke lokasi, lalu memperkosa Wei dan kemudian melemparkan keduanya ke dalam sumur. Polis menangkap 48 orang terduga pelaku, tapi setelah melalui proses penyelidikan panjang pun, polis tidak boleh menemukan barang bukti sama sekali dan pada akhirnya kes itu pun ditunda.

Saat itu, ilmu pegetahuan dan teknologi belum semaju saat ini, juga belum ditemukan cara pemeriksaan DNA. Namun, deputi polis yang bernama Fan Xinhe dan doktor forensik yang bernama Wang Weihua, berinisiatif untuk menyimpan bukti forensik kes ini.

Pada tahun 2010, Kantor Polis Jiaozuo mulai menerima basis data DNA. Namun, hingga 2 tahun kemudian pun belum ditemukan titik terang kes ini.

48 orang terduga pelaku kemudian perlahan mulai diperiksa kembali. Ada beberapa dari mereka bahkan sudah meninggal. Selama satu tahun, pemeriksaan ini pun belum membuahkan hasil, namun mereka tetap tidak menyerah.

Hingga pada tahun 2016, Fan Xinhe menerima laporan bahwa hasil DNA mengarah pada seorang lelaki berusia 75 tahun bermarga Shi.

Tapi setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata penampilannya berbeza dengan orang yang dicurigai dulu. Setelah bertanya-tanya, akhirnya diketahui bahwa saat kejadian, laki-laki tersebut sedang berkunjung ke sana untuk menemui anaknya Shi Jiazou, namun anaknya ini sudah meninggal 10 tahun yang lalu.

Lalu, untuk melengkapi bukti, polis memutuskan untuk melalukan otopsi di peringatan 25 tahun kejadian tersebut. DNA yang menjadi barang bukti cocok 99.9999% dengan DNA Shi Jiazou.

Akhirnya, kes ini pun ditutup.

Sumber : yobsembang.com