(VIDEO) Zul Yahya Kongsi Cerita Penghijrahannya, Dulu Gaji RM10 -20 Ribu Sebulan Tapi Tak Pernah Cukup..

(VIDEO) Zul Yahya Kongsi Cerita Penghijrahannya, Dulu Gaji RM10 -20 Ribu Sebulan Tapi Tak Pernah Cukup

Pelakon Zul yahya kini telahpun berhijrah menjadi seorang insan yang lebih baik.

Zul Yahya kini sering tampil dengan gaya berjubah dan kopiah di kepala.

Memang sejuk mata memandang Zul Yahya yang terbaru ini.

Kata Zul Yahya, dia baru sahaja berhijrah pada bulan April yang lalu dan sedikit demi sedikit menimba ilmu agama.

Ini komennya:

BANYAK UNDANGAN CERAMAH

“Sejak berhijrah sedikit demi sedikit pada April lalu, saya terima banyak undangan menyampaikan ceramah tetapi lebih kepada perkongsian hidup dan pengalaman,”

“Saya tidak layak berceramah mengenai agama tetapi hanya berkongsi apa yang saya rasa supaya masyarakat boleh turut mencuba dan merasainya.

“Perubahan ini atas kehendak sendiri, bukan kerana desakan mana-mana pihak.
“Apabila ramai bertanya mengenai penghijrahan ini, pada mulanya segan nak berkongsi kerana bimbang ada yang salah anggap. Namun apabila tetapkan niat sekadar bercerita kisah hidup barulah hati saya rasa lega,”

SAAT PENGHIJRAHAN

“Suatu malam selepas pulang dari kerja dan melihat anak-anak tidur nyenyak depan televisyen, saya menangis.

“Mereka dilahirkan beragama Islam dan saya tak mahu mereka Islam hanya pada nama. Jadi, sebagai ketua keluarga saya mesti melakukan sesuatu.

“Lagipun setiap manusia pasti mahu berubah menjadi lebih baik dan apabila Allah SWT sudah jentik hati saya ke arah itu, saya mesti melakukannya. Dulu saya bukanlah jahat sangat tetapi sebagai hamba-Nya, banyak yang saya abaikan,”

Jom tonton video ceramah Zul Yahya

KONGSIKAN

Hidayah Hanya Milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]

Sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan meninggalnya Abu Thalib dalam keadaan tetap memeluk agama Abdul Muththalib (musyrik). Hal ini sebagaimana ditunjukkan hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibnu Al Musayyab, bahwa bapaknya (Al Musayyab) berkata: ‘Tatkala Abu Thalib akan meninggal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sllam bergegas mendatanginya. Dan saat itu, ‘Abdullah bin Abu Umayyah serta Abu Jahal berada di sisinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Wahai, pamanku. Ucapkanlah la ilaha illallah; suatu kalimat yang dapat aku jadikan pembelaan untukmu di hadapan Allah,’. Akan tetapi, ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahal menimpali dengan ucapan : ‘Apakah engkau (Abu Thalib) membenci agama Abdul Muththalib?’. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi sabdanya lagi. Namun mereka berdua pun mengulang kata-katanya itu. Maka akhir kata yang diucapkannya, bahwa dia masih tetap di atas agama Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan La ilaha illallah. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, akan aku mintakan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang”. Lalu Allah menurunkan firmanNya:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ٩:١١٣

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam”. [At Taubah/9 : 113]

Adapun mengenai Abu Thalib, Allah berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash/28 : 56].

Sumber foto : google

sumber : penmerah.com | almanhaj.or.id