11 Tahun Hanya 4 Kali Banduan Bolos dari Penjara! Ini Kisah Banduan yang Berjaya Lari Dari Penjara Terhebat Sepanjang Sejarah!

Kalo bercerita soal bolos dari penjara, pasti banyak orang langsung memikirkan hal yang negatif, merasa kalau hal itu adalal kejahatan besar yang melanggar hukum.

Namun hari ini, apa yang mimin tuliskan ini kejadian nyata yang terjadi di Jepun, seorang raja bolos yang berusaha keluar dari penjara bukan kerana ingin kebebasan, namun kerana ia memberontak akan ketidakadilan yang didapatkannya.

Lelaki ini namanya Yoshie Shiratori dari Jepun, boleh dikatakan dia juga memang bukan orang baik. Sejak kecil Yoshie mengalami kehidupan yang sangat sulit, setelah besar dia suka berjudi namun selalu kalah sampai kehilangan banyak hartanya.

Di usianya yang baru 26 tahun, dia yang sedang mencuri bersama komplotannya diketahui, 2 tahun kemudian kompotannya ditangkap. Yoshie tidak mau membiarkan teman-temannya ditangkap, itulah pertama kalinya ia ditangkap.

Siapa yang menyangka Yoshie juga ternyata adalah pembunuh, tentu saja dia mendapat perlakuan sangat buruk di penjara, bahkan dia dikatai “Pembunuh masih berani hidup!”.

Yoshie merasa, ia membunuh memang adalah kenyataan, namun perlakuan seperti ini sangat tidak layak dia dapatkan.

Akhirnya 4 bulan kemudian, Yoshie Shiratori menghilang dari penjara dan membuat seluruh penjara langsung rusuh. Mereka sama sekali tidak tahu bagaimana Yoshie bolos dari penjara itu. Setelah dicari selama 3 hari, akhirnya Yoshie kembali ditangkap polis.

Lantas bagaimana Yoshie bolos dari penjara itu? Yoshie sendiri menceritakan kalau dia menggunakan seutas kawat, kerana di pintu penjara akan ada ada pintu besi kecil tempat mengirimkan makanan, ia akan mandi dulu supaya tulangnya lebih elastis, kemudian lewat lubang itu mengambil kunci borgol.

Setelah hal ini, ia menghabiskan 10 hari untuk mendengarkan langkah kaki agar boleh memastikan jarak penjaga patroli dan waktu patroli. Kemudian ia membuka pintu sel dan rumah tahanan penjara hanya bermodalkan kawat saja.

Setelah ditangkap lagi, Yoshie akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan dipindahkan ke penjara Sendai dari penjara Aomori. Penjaga penjara di sana sangat baik sehingga tidak membeda-bedakan para tahanan. Yoshie pun akhirnya mau tinggal disana dan sama sekali tidak melarikan diri.

Sampai perang dunia kedua, Yoshie akhirnya dipindahkan lagi ke penjara Akita. Para penjaga di Akita mengetahui kalau Yoshie pernah bolos dari penjara, kerana itu ia dimasukkan ke dalam “ruang tenang” setinggi 3 meter dan dijaga 24 jam dari luar.

Ruangan ini dikelilingi tembaga yang halus dan hanya bagian atasnya berpagar besi. Yoshie harus mengenakan borgol di kaki dan tangannya selama 24 jam.

Di musim dingin, ruang tenang itu sangat dingin, sedangkan penjaga penjara hanya memberikannya selimut untuk diduduki. Demi menghangatkan diri, akhirnya Yoshie hanya boleh bergerak kesana kemari. Penjaga ingin dia agar mematuhi peraturan, namun Yoshie malah membalasnya, “Hati-hati saja saya kamu waktu kamu jaga!”

Ternyata, setengah tahun kemudian, Yoshie berhasil melarikan diri dari ruang tenang yang selama ini belum ada orang yang pernah berhasil bolos.

Waktu penjaga membuka pintu ruangannya, mereka hanya menemukan air hujan yang turun dari atap yang sudah terbuka. Belakangan mereka baru tahu kalau ternyata Yoshie diam-diam mencari lembaran logam kemudian di sepanjang dinding membuat tempat tumpuan kaki sehingga dia melarikan diri lewat ventilasi udara dari langit-langit penjara.

Kali ini ia benar-benar hebat kerana mencari kepala penjara Sendai tempat dia ditahan sebelumnya. Ia menceritakan akan perlakuan tidak adil yang dia dapatkan di penjara Akita sebelumnya, ia tahu hanya kepala penjara Sendai yang akan mendengarnya.

Setelah menceritakan semua ini, kepala penjara Sendai bahkan membawa Yoshie sendiri untuk menyerahkan diri, kemudian ruang tenang di penjara Akita juga tidak dipakai lagi.

Kemudian Yoshie dipindahkan lagi ke penjara paling sulit untuk melarikan diri di Hokkaido Abashiri. Demi mencegah dia bolos, penjaga penjara semakin menyiksa dan penjagaan terhadapnya semakin ketat lagi.

Yoshie harus mengenakan sepatu khusus seberat 20 kilogram, tidak memberikannya baju layak dan makanan layak, bahkan Yoshie dilarang untuk berolahraga.

Yoshie disiksa sampai kulitnya pucat dan membeku, lukanya juga tidak dirawat dengan baik sampai akhirnya keluar belatung!

Tapi namanya juga raja bolos, di dalam keadaan seperti ini, ternyata membutuhkan waktu 8 bulan agar dia boleh berhasil bolos dari penjara ini!

26 Agustus 1944, saat penjaga penjara sedang memeriksa kamar-kamar penjara, tiba-tiba mereka mendengar suara keras di atas kepalanya, kemudian melihat ada bayangan hitam.

Ternyata, atap penjara sudah rusak, setelah diperiksa, memang benar kalau Yoshie sudah berhasil bolos lagi.

Ternyata, Yoshie menggunakan sup miso setiap harinya untuk merendam borgol agar terkikis dan akhirnya lapuk. Kemudian dia melepaskan diri dari jendela observasi dimana orang lain tidak akan mungkin melakukannya.

Yang lebih menariknya, Yoshie sengaja menunda pelarian dirinya 1 hari, hanya kerana di hari sebelumnya, penjaga penjara yang menjaga dia adalah orang yang baik hati! Luar biasa!

Kali ini, kabar Yoshie bolos dari penjara berhasil mengejutkan seluruh negeri. Banyak polis yang ditugaskan untuk mencarinya, namun tetap tidak berhasil.

Sampai di tahun 1946, dia mendengar kalau Jepun kalah perang, kemudian dia merasa kalau dirinya melakukan kesalahan besar, paling juga dihukum mati, mending ia kembali lagi ke penjara.

Akhirnya ia mau pergi ke Sapporo untuk menyerahkan diri, di tengah perjalanan ia masuk ke ladang melon, petani melon menyangka ia mau mencuri, akhirnya memanggil pisau kayu untuk memukulnya. Tak sengaja, Yoshie malah membunuh petani itu dalam perkelahian.

Pengadilan menganggap Yoshie membunuh orang, ditambah lagi sejarahnya bolos dari penjara, akhirnya ia dijatuhi hukuman mati. Namun Yoshie sangat tidak puas dengan hal ini, dia merasa ini tidak adil, kerana itu ia tetap mau melarikan diri lagi.

Kali ini, dia ditahan di sebuah ruangan khusus di penjara Sapporo. Petugas penjara sudah terlebih dulu mempelajari riwayat Yoshie, kerana itulah para penjaga terus mengamatinya selama 24 jam secara teratur. Mereka akan terus memeriksa gerbang, pagar besi, setiap sudut dan tempat setiap harinya dengan ketat.

Dalam beberapa waktu, semuanya terasa damai, sehingga tak ada pertanda apapun dari Yoshie. Sampai suatu kali, petugas mendapati Yoshie sering melihat atap dan jendela kecil, para penjagapun mulai tidak tenang, kalau Yoshie mulai memperhatikan seperti ini, tandanya sebentar lagi ia akan melarikan diri lagi.

Akhirnya atap dan jendela diperiksa lebih ketat lagi setiap harinya. Setiap kali Yoshie pergi mandi, mereka akan terus menjaga jendela dan atap, namun setiap kali memeriksa, tidak pernah ada masalah.
Siapa sangka, kali ini Yoshie berhasil lagi melarikan diri! Kali ini, dia menggali lubang!

Para penjaga penjara tentu sangat stres, siapa sangka mereka semua boleh berhasil dikalahkan seorang penjahat yang tidak pernah sekolah.

Setelah lewat 1 tahun, Yoshie menyerahkan diri lagi. Alasan menyerahkan dirinya juga sangat aneh, hanya kerana dia bertemu dengan seorang polis baik hati yang mau memberikan sebatang rokok untuknya. Hal ini malah membuat pak polis menang besar!

Kali ini, pengadilan malah mencabut hukuman matinya dan Yoshie dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di penjara Tokyo.

Kali ini, para petugas penjara tidak lagi memperlakukan dia secara tidak adil, Yoshie pun sangat puas akan hal ini dan dengan sangat menurut menghabiskan waktu di penjara sampai akhirnya, di tahun 1961, ia dibebaskan dari penjara dan tidak melakukan kejahatan lagi.

Yoshie meninggal dunia kerana serangan jantung di tahun 1979 di usia 72 tahun.

Menurut catatan, Yoshie Shiratori memang punya kekuatan luar biasa, dia boleh berlari sampai 120 kilometer, bahkan setelah 40 tahun dia tetap boleh mengangkat 60kilogram karung beras dengan kedua tangannya.

Yang paling hebat, Yoshie boleh melakukan dislokasi sendi di seluruh tubuhnya. Bahkan di lubang yang hanya muat kepala saja, Yoshie boleh membuat seluruh tubuhnya melewati lubang itu.

Kemampuannya yang sangat luar biasa inilah yang membuat Yoshie Shiratori akhirnya menjadi legenda.

Padah akhirnya, Yoshie hanya menghabiskan waktu di penjara selama 26 tahun saja, kini patung dirinya bahkan disimpan di sebuah museum penjara di Abashiri. Kisahnya bahkan pernah dibuat jadi sebuah novel berjudul Hagoku oleh Akira Yoshimura.
10 FAKTA TENTANG YOSHI YANG ORANG TIDAK TAHU

sumber : looker via MVRNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *